Sirosis Hati

Berasal dari bahasa Yunani kirrhos (kuning kecokelatan), istilah ini diciptakan oleh René Laennec pada tahun 1819 untuk mendeskripsikan transformasi fisik hati yang mengeras dan kehilangan fungsinya akibat jaringan parut (fibrosis) yang luas.

#sirosis

Definisi

Sirosis hati adalah komplikasi tahap akhir dari penyakit hati kronik yang ditandai dengan adanya fibrosis serta terbentuknya nodul-nodul abnormal di permukaan hati. Proses kunci transisi dari sirosis kompensata menjadi dekompensata adalah terjadinya hipertensi portal.


Kriteria Diagnosis

Diagnosis ditegakkan melalui kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang. Biopsi hati merupakan standar emas (gold standard), namun diagnosis non-invasif kini lebih sering digunakan.

A. Tanda Klinis (Anamnesis & Fisik)

  • Gejala Awal: Kelelahan, anoreksia, rasa tidak nyaman di perut kanan atas, penurunan berat badan signifikan.
  • Stigmata Sirosis: Eritema palmar, spider nevi, ginekomastia, atrofi testis, splenomegali, asites, caput medusae, dan ikterus.

B. Skor Non-Invasif

Penggunaan skor laboratorium untuk memprediksi sirosis:

Skor IndeksRumusNilai Cut-off Sirosis
APRI (AST to Platelet Ratio Index)$\frac{AST (/ULN)}{Trombosit (10^9/L)} \times 100$> 1.50
FIB-4 (Fibrosis-4)$\frac{Usia \times AST}{Trombosit \times \sqrt{ALT}}$> 3.25

Rumus APRI (AST to Platelet Ratio Index)

(https://papdisolo.com/api/assets/733d9cbd-8295-4c05-beea-504a0010d1f2)

Rumus FIB-4 (Fibrosis-4 Index)

(https://papdisolo.com/api/assets/69ac491f-6b56-4889-91f1-a3ec1f594cde)


Pemeriksaan Penunjang

A. Radiologi

  1. USG Abdomen:
    • Temuan: Nodularitas permukaan hati, peningkatan ekogenitas parenkim, hipertrofi lobus kauda (peningkatan rasio lobus kauda/kanan).
  2. Elastografi Transien (Fibroscan):
    • Mengukur kekakuan hati. Hasil Skala F4 dikategorikan sebagai sirosis. Kekakuan hati ≤ 15 kPa dapat membantu menyingkirkan hipertensi portal signifikan (CSPH).

B. Histopatologi (Biopsi)

  • Gambaran Khas: Nodul regenerasi hepatosit yang dikelilingi oleh jaringan fibrosis.

C. Pemantauan Rutin

  • Laboratorium: Cek setiap 6 bulan untuk penilaian skor Child-Pugh atau MELD.
  • Surveilans KSH: USG Abdomen + AFP setiap 6 bulan untuk deteksi dini Karsinoma Sel Hati.

Tata Laksana (Manajemen)

Prinsip utama: Mencegah perburukan fungsi hati, menangani komplikasi, dan mengatasi etiologi dasar. Transplantasi Hati adalah terapi definitif untuk penyakit hati tahap akhir (Indikasi: MELD Skor ≥ 15).

A. Manajemen Umum

  • Terapi Etiologi: Antivirus (Hepatitis B/C), penghentian alkohol.
  • Statin: Pemberian statin dapat menurunkan tekanan portal, memperbaiki fungsi endotel, dan mengurangi fibrosis pada sirosis.

B. Tata Laksana Komplikasi

1. Asites

  • Diet: Restriksi Natrium 80–120 mmol/hari (setara 4.6 – 6.9 gram garam/hari).
  • Diuretik:
    • Lini pertama: Spironolakton (mulai 100 mg, maks 400 mg/hari).
    • Kombinasi: Tambahkan Furosemid (mulai 40 mg, maks 160 mg/hari) jika respon tidak adekuat.
  • Asites Masif/Refrakter: Parasentesis Volume Besar (+ Substitusi Albumin 8g per liter cairan yang dibuang) atau pertimbangkan TIPS.

2. Perdarahan Varises Esofagus

  • Resusitasi: Stabilisasi hemodinamik, target Hb 7–9 g/dL.
  • Farmakoterapi Vasoaktif: Segera berikan Terlipresin, Somatostatin, atau Octreotide (sebelum endoskopi).
  • Antibiotik Profilaksis: Seftriakson 1g/hari IV atau Norfloksasin oral untuk mencegah infeksi/SBP.
  • Endoskopi: Ligasi Varises (Band Ligation) dilakukan dalam < 12 jam.
  • Profilaksis (Pencegahan): Non-Selective Beta Blocker (NSBB) (Propranolol/Carvedilol) atau Ligasi Varises.

3. Sindrom Hepatorenal (HRS-AKI)

Merupakan gangguan ginjal fungsional yang reversibel namun memiliki mortalitas tinggi.

Pilihan TerapiRegimen Dosis
Lini PertamaTerlipresin (Bolus IV 0.5–1 mg tiap 4–6 jam) + Albumin (20–40 g/hari).
AlternatifNoradrenalin (Infus kontinu 0.5–3 mg/jam) jika Terlipresin tidak tersedia.
Alternatif LainMidodrin + Octreotide oral/sc.

4. Ensefalopati Hepatikum (EH)

  • Laksatif: Laktulosa (Sirup laktulosa), titrasi dosis hingga pasien mencapai buang air besar lunak 2–3 kali/hari.
  • Antibiotik Usus: Rifaksimin (550 mg 2x sehari) sebagai tambahan atau profilaksis sekunder.
  • Nutrisi: Jangan melakukan restriksi protein berat (risiko sarkopenia). Disarankan diet protein nabati atau BCAA (Branched-chain amino acids).

Highlight Terkini

Belum ada highlight terbaru.

Pedoman & PPK

2024 AASLD Practice Guidance on Acute on Chronic Liver
2025 Kemenkes PNPK Tatalaksana Sirosis

Clinical Tools

MELD Score

MELD-Na Calculator

Riwayat Dialisis
mg/dL
mg/dL
mEq/L

Lengkapi semua parameter laboratorium untuk melihat hasil.

Menggunakan formula MELD-Na (OPTN 2016). Nilai Cr akan otomatis diatur ke 4.0 jika riwayat dialisis aktif.
ChildPugh Score

Child-Pugh Score

Total Skor
5

Catatan: Untuk Primary Biliary Cirrhosis (PBC), batas nilai Bilirubin berbeda (Skor 1: <4, Skor 2: 4-10, Skor 3: >10).

APRI FIB-4 Score

Kalkulator APRI & FIB-4

Agenda & Pendidikan

Simposium, Workshop, dan Webinar terkait topik ini

Belum ada agenda kegiatan terjadwal.

Butuh bantuan? Chat kami!