Demam Berdarah Dengue

Istilah 'dengue' berasal dari frasa Swahili 'Ka-dinga pepo' (kram akibat roh jahat), yang diserap ke bahasa Spanyol menjadi 'dengue' (berhati-hati) merujuk pada gaya berjalan kaku penderitanya. Secara historis, penyakit ini dikenal sebagai 'breakbone fever' karena nyeri sendi hebat yang dialami pasien, dengan catatan medis tertua ditemukan di Tiongkok sejak abad ke-4.

#dengue

Definisi

Infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue (famili Flaviviridae, serotipe DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini merupakan satu entitas (one disease entity) dengan spektrum klinis yang luas, memiliki masa inkubasi 4-10 hari, dan perjalanan penyakitnya terbagi menjadi tiga fase: fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan.

Kriteria Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan klasifikasi derajat keparahan WHO 2009 yang diadaptasi:

A. Probable Dengue

Pasien tinggal/bepergian ke daerah endemik disertai Demam dan 2 kriteria berikut:

  • Mual, muntah.
  • Ruam.
  • Nyeri dan pegal (sakit kepala, nyeri retroorbita, myalgia, arthralgia).
  • Uji tourniquet positif.
  • Leukopenia.
  • Terdapat Warning Signs (Tanda Bahaya).

B. Dengue dengan Warning Signs (Tanda Bahaya)

Tanda ini umumnya muncul menjelang akhir fase demam (hari sakit ke-3 s.d ke-7).

  • Nyeri perut atau nyeri tekan abdomen.
  • Muntah persisten (terus-menerus).
  • Klinis akumulasi cairan (efusi pleura, asites).
  • Perdarahan mukosa (epistaksis, gusi).
  • Letargi atau gelisah.
  • Pembesaran hepar >2 cm.
  • Laboratorium: Peningkatan Hematokrit (Ht) bersamaan dengan penurunan cepat jumlah trombosit.

C. Severe Dengue (Dengue Berat)

  • Kebocoran plasma berat yang menyebabkan syok (Dengue Shock Syndrome) atau distres pernapasan akibat akumulasi cairan.
  • Perdarahan hebat (sesuai evaluasi klinisi).
  • Kerusakan organ berat: Hati (AST/ALT ≥ 1000), SSP (penurunan kesadaran), atau Jantung.

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

  • Darah Perifer Lengkap (DPL):
    • Leukosit: Leukopenia (dapat mencapai <2000/mm³) sering ditemukan pada fase demam.
    • Trombosit: Trombositopenia (<100.000 sel/mm³).
    • Hematokrit: Peningkatan Ht merupakan tanda awal perembesan plasma dan hemokonsentrasi. Wajib diperiksa berkala.
  • Konfirmasi Diagnostik:
    • < Hari ke-5: Isolasi virus, NS1 Ag, atau RT-PCR.
    • > Hari ke-5: Serologi IgM dan IgG Dengue.

Radiologi & Lainnya (Indikasi Severe Dengue/Warning Signs)

  • Foto Toraks (Right Lateral Decubitus): Mendeteksi efusi pleura.
  • USG Abdomen: Mendeteksi asites, penebalan dinding kandung empedu, organomegali.
  • Kimia Darah: Fungsi hati (AST/ALT), Gula darah, Albumin, Fungsi ginjal, Elektrolit, Analisis Gas Darah (jika syok).

Tatalaksana

Tatalaksana dibagi berdasarkan Grup A, B, dan C.

1. Grup A (Rawat Jalan)

  • Kriteria: Mampu minum adekuat, diuresis setidaknya tiap 6 jam, tidak ada warning signs.
  • Edukasi: Tirah baring dan perbanyak asupan cairan oral (susu, jus buah, oralit, air tajin).
  • Simtomatis: Parasetamol (maksimal 75 mg/kgBB/hari atau 4g/hari) untuk demam. Hindari Aspirin/NSAID (Ibuprofen).
  • Pemantauan: Kontrol tiap hari (fase kritis) untuk cek Ht, Trombosit, dan warning signs.

2. Grup B (Rawat Inap)

  • Indikasi: Terdapat warning signs ATAU kondisi penyerta (bayi, obesitas, diabetes, kehamilan, tinggal sendiri).
  • Cairan (Jika ada Warning Signs):
    • Berikan kristaloid isotonik (NaCl 0,9% atau Ringer Laktat).
    • Mulai tetesan 5-7 ml/kg/jam selama 1-2 jam.
    • Kurangi bertahap menjadi 3-5 ml/kg/jam (2-4 jam), lalu 2-3 ml/kg/jam sesuai respons klinis dan perbaikan Ht.
    • Cairan intravena biasanya hanya diperlukan 24-48 jam.

3. Grup C (Severe Dengue / Syok) - Gawat Darurat

Resusitasi cairan kristaloid isotonik adalah prioritas utama.

  • Syok Terkompensasi (Nadi teraba, takikardia, CRT >2s):
    • Oksigenasi.
    • Resusitasi kristaloid isotonik 10-20 ml/kg/jam selama 1 jam.
    • Jika membaik, turunkan bertahap (turun ke 5-7 ml/kg/jam, dst).
  • Syok Hipotensi (Nadi tak teraba/lemah, Tensi turun):
    • Resusitasi kristaloid/koloid bolus 20 ml/kg dalam 15 menit.
    • Evaluasi tiap 15 menit.
  • Perdarahan: Jika Ht turun namun hemodinamik tidak stabil/syok menetap, curiga perdarahan hebat. Berikan transfusi darah (PRC/Whole Blood) segera.

Agenda & Pendidikan

Simposium, Workshop, dan Webinar terkait topik ini

Event
2026

PIT PAPDI V Surakarta 2026

Jumat, 23 Januari
Harris Hotel & Convention, Surakarta
Daftar Sekarang
Butuh bantuan? Chat kami!