Definisi
Infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue (famili Flaviviridae, serotipe DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini merupakan satu entitas (one disease entity) dengan spektrum klinis yang luas, memiliki masa inkubasi 4-10 hari, dan perjalanan penyakitnya terbagi menjadi tiga fase: fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan.
Kriteria Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan klasifikasi derajat keparahan WHO 2009 yang diadaptasi:
A. Probable Dengue
Pasien tinggal/bepergian ke daerah endemik disertai Demam dan 2 kriteria berikut:
- Mual, muntah.
- Ruam.
- Nyeri dan pegal (sakit kepala, nyeri retroorbita, myalgia, arthralgia).
- Uji tourniquet positif.
- Leukopenia.
- Terdapat Warning Signs (Tanda Bahaya).
B. Dengue dengan Warning Signs (Tanda Bahaya)
Tanda ini umumnya muncul menjelang akhir fase demam (hari sakit ke-3 s.d ke-7).
- Nyeri perut atau nyeri tekan abdomen.
- Muntah persisten (terus-menerus).
- Klinis akumulasi cairan (efusi pleura, asites).
- Perdarahan mukosa (epistaksis, gusi).
- Letargi atau gelisah.
- Pembesaran hepar >2 cm.
- Laboratorium: Peningkatan Hematokrit (Ht) bersamaan dengan penurunan cepat jumlah trombosit.
C. Severe Dengue (Dengue Berat)
- Kebocoran plasma berat yang menyebabkan syok (Dengue Shock Syndrome) atau distres pernapasan akibat akumulasi cairan.
- Perdarahan hebat (sesuai evaluasi klinisi).
- Kerusakan organ berat: Hati (AST/ALT ≥ 1000), SSP (penurunan kesadaran), atau Jantung.
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
- Darah Perifer Lengkap (DPL):
- Leukosit: Leukopenia (dapat mencapai <2000/mm³) sering ditemukan pada fase demam.
- Trombosit: Trombositopenia (<100.000 sel/mm³).
- Hematokrit: Peningkatan Ht merupakan tanda awal perembesan plasma dan hemokonsentrasi. Wajib diperiksa berkala.
- Konfirmasi Diagnostik:
- < Hari ke-5: Isolasi virus, NS1 Ag, atau RT-PCR.
- > Hari ke-5: Serologi IgM dan IgG Dengue.
Radiologi & Lainnya (Indikasi Severe Dengue/Warning Signs)
- Foto Toraks (Right Lateral Decubitus): Mendeteksi efusi pleura.
- USG Abdomen: Mendeteksi asites, penebalan dinding kandung empedu, organomegali.
- Kimia Darah: Fungsi hati (AST/ALT), Gula darah, Albumin, Fungsi ginjal, Elektrolit, Analisis Gas Darah (jika syok).
Tatalaksana
Tatalaksana dibagi berdasarkan Grup A, B, dan C.
1. Grup A (Rawat Jalan)
- Kriteria: Mampu minum adekuat, diuresis setidaknya tiap 6 jam, tidak ada warning signs.
- Edukasi: Tirah baring dan perbanyak asupan cairan oral (susu, jus buah, oralit, air tajin).
- Simtomatis: Parasetamol (maksimal 75 mg/kgBB/hari atau 4g/hari) untuk demam. Hindari Aspirin/NSAID (Ibuprofen).
- Pemantauan: Kontrol tiap hari (fase kritis) untuk cek Ht, Trombosit, dan warning signs.
2. Grup B (Rawat Inap)
- Indikasi: Terdapat warning signs ATAU kondisi penyerta (bayi, obesitas, diabetes, kehamilan, tinggal sendiri).
- Cairan (Jika ada Warning Signs):
- Berikan kristaloid isotonik (NaCl 0,9% atau Ringer Laktat).
- Mulai tetesan 5-7 ml/kg/jam selama 1-2 jam.
- Kurangi bertahap menjadi 3-5 ml/kg/jam (2-4 jam), lalu 2-3 ml/kg/jam sesuai respons klinis dan perbaikan Ht.
- Cairan intravena biasanya hanya diperlukan 24-48 jam.
3. Grup C (Severe Dengue / Syok) - Gawat Darurat
Resusitasi cairan kristaloid isotonik adalah prioritas utama.
- Syok Terkompensasi (Nadi teraba, takikardia, CRT >2s):
- Oksigenasi.
- Resusitasi kristaloid isotonik 10-20 ml/kg/jam selama 1 jam.
- Jika membaik, turunkan bertahap (turun ke 5-7 ml/kg/jam, dst).
- Syok Hipotensi (Nadi tak teraba/lemah, Tensi turun):
- Resusitasi kristaloid/koloid bolus 20 ml/kg dalam 15 menit.
- Evaluasi tiap 15 menit.
- Perdarahan: Jika Ht turun namun hemodinamik tidak stabil/syok menetap, curiga perdarahan hebat. Berikan transfusi darah (PRC/Whole Blood) segera.