Digital Clinical Library

2025 WHO Dengue Case Management

18 Desember 2025JuknisTropik Infeksi
Lihat PDF

Ringkasan Komprehensif Manajemen Kasus Dengue (WHO SEARO, 2025)

Ringkasan ini mencakup klasifikasi klinis, perjalanan penyakit, protokol diagnosis, manajemen perawatan di rumah, tanda bahaya, dan penanganan gawat darurat berdasarkan dokumen "Dengue Case Management for Primary Health Care and Home-Based Care".

1. Epidemiologi dan Klasifikasi Klinis

Dengue adalah infeksi virus yang ditularkan nyamuk dengan beban penyakit yang tinggi di Asia Tenggara .

  • Asimtomatik: Sekitar 80-90% individu yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala .
  • Masa Inkubasi: 3–14 hari .

Klasifikasi Penyakit

  1. Undifferentiated Febrile Illness: Penyakit ringan seperti flu, tanpa gejala klasik, berlangsung beberapa hari .
  2. Dengue Fever (DF): Penyakit self-limiting (3–7 hari) dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri otot/tulang (breakbone fever), nyeri retro-orbital, ruam, dan manifestasi perdarahan ringan .
  3. Dengue Haemorrhagic Fever (DHF): Gejala awal mirip DF, namun berkembang menjadi kebocoran plasma (plasma leakage) dan kecenderungan perdarahan saat demam turun .
  4. Expanded Dengue Syndrome (EDS): Manifestasi berat (biasanya DHF/DSS) yang melibatkan kerusakan organ (hati, ginjal, otak), sering terkait syok berkepanjangan, koinfeksi, atau komorbid .

2. Perjalanan Alamiah Penyakit (Natural Course)

A. Fase Demam (Febrile Phase)

  • Durasi: 2–7 hari .
  • Gejala: Demam tinggi mendadak (terutama anak), sakit kepala, nyeri tubuh umum, nyeri belakang mata, ruam makulopapular, dan perdarahan (petechiae, mimisan, gusi berdarah, urin gelap) .
  • Catatan: Sulit membedakan DF dan DHF pada fase ini; monitoring ketat diperlukan .

B. Fase Kritis/Kebocoran (Critical/Leakage Phase)

  • Waktu: Terjadi saat demam turun (defervescence), berlangsung 24–48 jam .
  • Patofisiologi: Kebocoran plasma dari pembuluh darah ke rongga perut dan dada .
  • Risiko: Kebocoran signifikan dapat menyebabkan Syok (Dengue Shock Syndrome/DSS) .
  • Kelompok Risiko Tinggi: Bayi <1 tahun, obesitas, wanita hamil, lansia, pasien dengan komorbid (diabetes, hipertensi, jantung, ginjal), dan pengguna antikoagulan/NSAID .

C. Fase Pemulihan (Convalescent Phase)

  • Waktu: Dimulai setelah kebocoran berhenti (setelah 24-48 jam fase kritis), reabsorpsi cairan berlangsung 48–72 jam .
  • Tanda Klinis: Perbaikan kondisi umum, nafsu makan membaik, bradikardia, diuresis (banyak kencing), dan naiknya trombosit .
  • Tanda Khas: Convalescent rash (ruam petechiae menyatu dengan area putih white halo di ekstremitas) yang terasa gatal (terutama di telapak tangan/kaki) .

3. Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang

  • Kecurigaan Klinis: Pasien demam $\ge$ 2 hari di daerah endemis .

Uji Bendung (Tourniquet Test)

  • Prosedur: Inflasi manset tensimeter di titik tengah (sistolik+diastolik bagi 2) selama 5 menit .
  • Positif: $\ge$ 10 petechiae per inci persegi di lengan bawah setelah kulit kembali normal .
  • Sensitivitas: Meningkat seiring waktu; Hari ke-1 (45%) vs Hari defervescence (90%) .

Interpretasi Darah Lengkap (CBC)

  • Leukopenia (WBC $\le$ 5.000): Sugestif infeksi dengue; demam biasanya turun dalam 24 jam (tanda mendekati fase kritis pada DHF) .
  • Trombositopenia:
    • $\le$ 150.000: Sugestif dengue .
    • $\le$ 100.000: Memasuki fase kritis, butuh monitoring ketat di RS .
    • $\le$ 50.000: Sugestif kebocoran plasma yang sudah berlangsung >24 jam .
  • Hematokrit (HCT):
    • Naik >10-15%: Tanda awal kebocoran plasma .
    • Naik $\ge$ 20%: Kebocoran plasma signifikan .

Antigen NS1

  • Paling optimal pada 3–4 hari pertama demam .
  • Hasil negatif tidak menyingkirkan diagnosis dengue .

4. Manajemen Perawatan di Rumah (Home-Based Care)

Hanya untuk pasien stabil dengan trombosit > 100.000/mm$^3$ dan tanpa warning signs .

Protokol Monitoring

  • Periksa CBC setiap hari mulai hari ke-3 demam .
  • Frekuensi CBC:
    • Trombosit > 120.000: Cek 1x sehari .
    • Trombosit 100.000 – 120.000: Cek 2x sehari .
    • Penurunan cepat trombosit: Pertimbangkan rawat inap .

Medikasi Simtomatis

  • Demam: Parasetamol (Acetaminophen) .
    • Dosis Anak: 10 mg/kg (tiap 6 jam) atau 15 mg/kg (tiap 8 jam) .
    • Dosis Maksimal Anak: 60 mg/kg/hari .
    • Dosis Dewasa: 500 mg - 1 g tiap 6 jam (Maksimal 4 g/hari) .
    • Jika demam > 38.5°C: Kompres tepid sponge (air hangat kuku) .
  • Muntah: Domperidone 0.2–0.4 mg/kg/dosis (anak <35kg) atau 10 mg (dewasa), 3-4x sehari (maks 40mg/hari) .
  • KONTRAINDIKASI: Jangan gunakan NSAID (Ibuprofen, Diklofenak, Asam Mefenamat) atau Steroid (Dexamethasone) karena risiko perdarahan GI dan cedera hati/ginjal .

Manajemen Cairan & Nutrisi

  • Jenis Cairan: Oralit (ORS), jus buah, air kelapa, susu, sup .
  • Hindari: Air putih tawar berlebih (risiko ketidakseimbangan elektrolit) dan makanan berwarna merah/cokelat/hitam .
  • Volume Target Cairan:
    • Anak: 3–5 mL/kg/jam .
    • Dewasa: 200 mL/jam (siang hari) .
  • Target Output Urin: Minimal 0.5 mL/kg/jam .

5. Tanda Bahaya (Warning Signs)

Muncul saat demam turun. Jika ada, pasien harus segera dirujuk ke RS .

  1. Tidak ada perbaikan klinis atau memburuk saat demam turun .
  2. Nyeri perut hebat .
  3. Muntah persisten (>3 kali/hari) .
  4. Letargi, gelisah, atau iritabilitas .
  5. Perdarahan mukosa (gusi, hidung, muntah darah, BAB hitam, menstruasi berlebih, urin gelap) .
  6. Akral dingin, pucat .
  7. Tidak buang air kecil selama 4–6 jam .
  8. Laboratorium: Penurunan trombosit cepat disertai peningkatan HCT .

6. Manajemen Gawat Darurat: Syok (DSS)

Syok biasanya terjadi setelah 24 jam fase kritis dimulai .

Tanda Klinis Syok

  • Sadar tapi lemah, bisa berjalan/bicara .
  • Berkeringat, pusing/pingsan, gelisah .
  • Akral dingin, takikardia (nadi cepat & lemah) .
  • Capillary Refill Time (CRT) memanjang ($\ge$ 3 detik) .
  • Tekanan nadi menyempit atau hipotensi postural .
  • Output urin kurang/absent selama 4-6 jam .

Resusitasi Awal Sebelum Transfer

  1. Akses IV: Berikan Normal Saline (NaCl) $\pm$ Dektrosa 5% . * Anak: 10 mL/kg/jam . * Dewasa: 500 mL/jam .
  2. Jika IV Gagal & Pasien Sadar: Berikan ORS per oral sedikit tapi sering . * Anak: 10 mL/kg/jam . * Dewasa: 1 L/jam .
  3. Evaluasi: Jika tensi stabil setelah 1 jam, kurangi infus menjadi 60 mL/jam (anak <6 th) atau 120 mL/jam (>6 th/dewasa) .
  4. Koreksi Tambahan (jika tersedia):
    • Oksigen via masker .
    • Cek Gula Darah: Koreksi hipoglikemia .
    • Koreksi Hipokalsemia: Calcium gluconate 1 mL/kg (max 10 mL) dalam D5W, dorong pelan 5-10 menit .
    • Koreksi Asidosis (NaHCO3) jika tidak respon cairan dalam 15-30 menit .

7. Edukasi Pemulangan (Discharge Advice)

  • Hindari aktivitas berat/trauma fisik selama 2 minggu .
  • Tunda prosedur invasif (cabut gigi, operasi elektif, vaksinasi, suntikan) selama 2 minggu, atau sampai trombosit $\ge$ 100.000/mm$^3$ .