Definisi
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kelainan struktur atau fungsi ginjal yang terjadi selama ≥ 3 bulan dengan implikasi terhadap kesehatan.
Kriteria Diagnosis
Diagnosis ditegakkan jika terdapat salah satu dari kriteria berikut:
- Kerusakan Ginjal (Markers of Kidney Damage):
- Albuminuria: AER ≥ 30 mg/24 jam atau ACR ≥ 30 mg/g.
- Kelainan Sedimen Urin: Hematuria atau renal cast.
- Kelainan Elektrolit: Akibat gangguan tubulus.
- Kelainan Histologi: Biopsi abnormal.
- Kelainan Struktural: Terdeteksi via USG/CT.
- Riwayat transplantasi ginjal.
- Penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG):
- LFG < 60 mL/menit/1,73 m² (Stadium G3a - G5).
Klasifikasi Stadium (CGA Staging)
Tabel 1. Kategori LFG (G)
| Stadium | LFG (mL/min) | Deskripsi |
|---|---|---|
| G1 | ≥ 90 | Normal atau Tinggi |
| G2 | 60 - 89 | Penurunan Ringan |
| G3a | 45 - 59 | Penurunan Ringan - Sedang |
| G3b | 30 - 44 | Penurunan Sedang - Berat |
| G4 | 15 - 29 | Penurunan Berat |
| G5 | < 15 | Gagal Ginjal (Kidney Failure) |
Tabel 2. Kategori Albuminuria (A)
| Kategori | ACR (mg/g) | Deskripsi |
|---|---|---|
| A1 | < 30 | Normal s.d Peningkatan Ringan |
| A2 | 30 - 300 | Peningkatan Sedang (Microalbuminuria) |
| A3 | > 300 | Peningkatan Berat (Macroalbuminuria) |
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan rutin yang direkomendasikan untuk evaluasi:
- Kreatinin Serum: Untuk estimasi LFG (eGFR) menggunakan rumus CKD-EPI.
- Urinalisis: Skrining proteinuria dan hematuria.
- Rasio Albumin-Kreatinin Urin (ACR): Lebih akurat daripada protein stik celup untuk deteksi dini albuminuria.
- USG Ginjal: Mengevaluasi ukuran ginjal, ketebalan korteks, dan obstruksi.
Tata Laksana & Manajemen
A. Target Tekanan Darah & Gula Darah
| Parameter | Target/Sasaran | Catatan Terapi |
|---|---|---|
| Tekanan Darah (Umum) | ≤ 140/90 mmHg | |
| Tekanan Darah (Albuminuria) | ≤ 130/80 mmHg | Jika dapat ditoleransi. Obat pilihan: ACEi atau ARB (Jangan dikombinasi). |
| Gula Darah (HbA1c) | 6.5% - 8.0% | Pilihan obat: Metformin (sesuaikan LFG) & SGLT2 Inhibitor (Proteksi ginjal). |
B. Intervensi Nutrisi (Diet)
Target protein dibedakan berdasarkan status dialisis untuk mencegah malnutrisi (Protein Energy Wasting) dan progresivitas penyakit.
Tabel 3. Rekomendasi Asupan Protein
| Status Pasien | Target Protein (g/kgBB/hari) | Alasan Klinis |
|---|---|---|
| PGK Non-Dialisis (G3-G5) | 0.6 - 0.8 | Diet Rendah Protein untuk mengurangi beban kerja ginjal. |
| PGK Non-Dialisis (+Diabetes) | 0.6 - 0.8 | Menjaga kontrol glikemik tetap stabil. |
| Dialisis (HD / CAPD) | 1.0 - 1.2 | Protein tinggi diperlukan karena risiko katabolisme & kehilangan asam amino saat proses dialisis. |
Catatan Penting:
- Berat Badan: Gunakan Berat Badan Ideal (BBI) untuk perhitungan.
- Garam (Natrium): Batasi < 2.3 gram Natrium/hari (setara < 5 gram garam dapur).
C. Tata Laksana Komplikasi
- Anemia: Target Hb 10 - 11.5 g/dL. Terapi dengan Zat Besi (jika defisiensi) atau ESA (Erythropoiesis-Stimulating Agent).
- Gangguan Mineral (CKD-MBD): Kontrol fosfat dengan diet dan pengikat fosfat (phosphate binders) seperti Calcium Carbonate.
- Asidosis Metabolik: Berikan Bikarbonat oral jika serum Bikarbonat < 22 mmol/L.
Terapi Pengganti Ginjal (TPG)
Dipersiapkan saat LFG < 20 mL/min. Dimulai segera jika ada Indikasi Cito/Urgen (AIUEO):
- Acidosis (Asidosis metabolik berat refrakter).
- Intoxication (Keracunan zat terdialisis).
- Uremia (Ensefalopati, Perikarditis uremik).
- Electrolyte (Hiperkalemia berat > 6.5 mEq/L refrakter).
- Overload (Edema paru/kelebihan cairan refrakter diuretik).