Penyakit Ginjal Kronik

Berakar dari kata Yunani khronos (waktu), CKD yang dahulu dikenal sebagai 'Bright’s Disease' menggambarkan proses panjang kegagalan sistem penyaring tubuh dalam membuang racun sisa metabolisme.

#penyakit ginjal kronik#ckd

Definisi

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kelainan struktur atau fungsi ginjal yang terjadi selama ≥ 3 bulan dengan implikasi terhadap kesehatan.


Kriteria Diagnosis

Diagnosis ditegakkan jika terdapat salah satu dari kriteria berikut:

  1. Kerusakan Ginjal (Markers of Kidney Damage):
    • Albuminuria: AER ≥ 30 mg/24 jam atau ACR ≥ 30 mg/g.
    • Kelainan Sedimen Urin: Hematuria atau renal cast.
    • Kelainan Elektrolit: Akibat gangguan tubulus.
    • Kelainan Histologi: Biopsi abnormal.
    • Kelainan Struktural: Terdeteksi via USG/CT.
    • Riwayat transplantasi ginjal.
  2. Penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG):
    • LFG < 60 mL/menit/1,73 m² (Stadium G3a - G5).

Klasifikasi Stadium (CGA Staging)

Tabel 1. Kategori LFG (G)

StadiumLFG (mL/min)Deskripsi
G1≥ 90Normal atau Tinggi
G260 - 89Penurunan Ringan
G3a45 - 59Penurunan Ringan - Sedang
G3b30 - 44Penurunan Sedang - Berat
G415 - 29Penurunan Berat
G5< 15Gagal Ginjal (Kidney Failure)

Tabel 2. Kategori Albuminuria (A)

KategoriACR (mg/g)Deskripsi
A1< 30Normal s.d Peningkatan Ringan
A230 - 300Peningkatan Sedang (Microalbuminuria)
A3> 300Peningkatan Berat (Macroalbuminuria)

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan rutin yang direkomendasikan untuk evaluasi:

  • Kreatinin Serum: Untuk estimasi LFG (eGFR) menggunakan rumus CKD-EPI.
  • Urinalisis: Skrining proteinuria dan hematuria.
  • Rasio Albumin-Kreatinin Urin (ACR): Lebih akurat daripada protein stik celup untuk deteksi dini albuminuria.
  • USG Ginjal: Mengevaluasi ukuran ginjal, ketebalan korteks, dan obstruksi.

Tata Laksana & Manajemen

A. Target Tekanan Darah & Gula Darah

ParameterTarget/SasaranCatatan Terapi
Tekanan Darah (Umum)≤ 140/90 mmHg
Tekanan Darah (Albuminuria)≤ 130/80 mmHgJika dapat ditoleransi. Obat pilihan: ACEi atau ARB (Jangan dikombinasi).
Gula Darah (HbA1c)6.5% - 8.0%Pilihan obat: Metformin (sesuaikan LFG) & SGLT2 Inhibitor (Proteksi ginjal).

B. Intervensi Nutrisi (Diet)

Target protein dibedakan berdasarkan status dialisis untuk mencegah malnutrisi (Protein Energy Wasting) dan progresivitas penyakit.

Tabel 3. Rekomendasi Asupan Protein

Status PasienTarget Protein (g/kgBB/hari)Alasan Klinis
PGK Non-Dialisis (G3-G5)0.6 - 0.8Diet Rendah Protein untuk mengurangi beban kerja ginjal.
PGK Non-Dialisis (+Diabetes)0.6 - 0.8Menjaga kontrol glikemik tetap stabil.
Dialisis (HD / CAPD)1.0 - 1.2Protein tinggi diperlukan karena risiko katabolisme & kehilangan asam amino saat proses dialisis.

Catatan Penting:

  • Berat Badan: Gunakan Berat Badan Ideal (BBI) untuk perhitungan.
  • Garam (Natrium): Batasi < 2.3 gram Natrium/hari (setara < 5 gram garam dapur).

C. Tata Laksana Komplikasi

  • Anemia: Target Hb 10 - 11.5 g/dL. Terapi dengan Zat Besi (jika defisiensi) atau ESA (Erythropoiesis-Stimulating Agent).
  • Gangguan Mineral (CKD-MBD): Kontrol fosfat dengan diet dan pengikat fosfat (phosphate binders) seperti Calcium Carbonate.
  • Asidosis Metabolik: Berikan Bikarbonat oral jika serum Bikarbonat < 22 mmol/L.

Terapi Pengganti Ginjal (TPG)

Dipersiapkan saat LFG < 20 mL/min. Dimulai segera jika ada Indikasi Cito/Urgen (AIUEO):

  1. Acidosis (Asidosis metabolik berat refrakter).
  2. Intoxication (Keracunan zat terdialisis).
  3. Uremia (Ensefalopati, Perikarditis uremik).
  4. Electrolyte (Hiperkalemia berat > 6.5 mEq/L refrakter).
  5. Overload (Edema paru/kelebihan cairan refrakter diuretik).

Agenda & Pendidikan

Simposium, Workshop, dan Webinar terkait topik ini

Belum ada agenda kegiatan terjadwal.

Butuh bantuan? Chat kami!