Digital Clinical Library

2023 Kemenkes PNPK Tatalaksana CKD

14 Desember 2025PNPKGinjal Hipertensi
Lihat PDF

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik (2023)

Dasar Hukum: Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/1634/2023


BAB I: DEFINISI DAN KLASIFIKASI

A. Definisi Penyakit Ginjal Kronik (PGK)

PGK didefinisikan sebagai kelainan struktur atau fungsi ginjal yang terjadi selama > 3 bulan, dengan implikasi terhadap kesehatan.

Kriteria Diagnosis (Salah Satu):

  1. Kerusakan Ginjal (Markers of Kidney Damage):
    • Albuminuria: AER $\ge$ 30 mg/24 jam atau ACR $\ge$ 30 mg/g.
    • Kelainan Sedimen Urin: Hematuria/piuria renal cast.
    • Kelainan Elektrolit: Akibat gangguan tubulus.
    • Kelainan Histologi: Biopsi ginjal abnormal.
    • Kelainan Struktural: Terdeteksi via pencitraan (USG/CT).
    • Riwayat transplantasi ginjal.
  2. Penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG):
    • LFG < 60 mL/menit/1,73 m² (G3a-G5).

B. Klasifikasi Stadium (Berdasarkan KDIGO)

Diagnosis lengkap PGK harus mencakup CGA Staging (Cause, GFR, Albuminuria).

1. Kategori LFG (G)

StadiumLFG (mL/min)Deskripsi
G1$\ge$ 90Normal atau Tinggi
G260 - 89Penurunan Ringan
G3a45 - 59Penurunan Ringan - Sedang
G3b30 - 44Penurunan Sedang - Berat
G415 - 29Penurunan Berat
G5< 15Gagal Ginjal (Kidney Failure)

2. Kategori Albuminuria (A)

KategoriACR (mg/g)Deskripsi
A1< 30Normal s.d Peningkatan Ringan
A230 - 300Peningkatan Sedang (Microalbuminuria)
A3> 300Peningkatan Berat (Macroalbuminuria)

BAB II: EVALUASI DAN DIAGNOSIS

A. Skrining Kelompok Risiko Tinggi

Skrining wajib dilakukan pada pasien dengan faktor risiko:

  • Hipertensi
  • Diabetes Melitus
  • Riwayat Penyakit Kardiovaskular
  • Riwayat Keluarga dengan PGK
  • Riwayat Cedera Ginjal Akut (AKI)
  • Obesitas
  • Usia Lanjut (> 60 tahun)

B. Pemeriksaan Penunjang

  1. Kreatinin Serum: Untuk estimasi LFG (eGFR) menggunakan rumus CKD-EPI.
  2. Urinalisis: Proteinuria, hematuria.
  3. Rasio Albumin-Kreatinin Urin (ACR): Lebih akurat daripada protein stik celup.
  4. USG Ginjal: Melihat ukuran, korteks, dan obstruksi.

BAB III: PENCEGAHAN PROGRESIVITAS DAN TATA LAKSANA

A. Target Tekanan Darah

  • Target Umum: $\le$ 140/90 mmHg.
  • Dengan Albuminuria (A2/A3): $\le$ 130/80 mmHg (jika ditoleransi).
  • Obat Pilihan:
    • Lini Pertama (terutama jika ada albuminuria): ACE Inhibitor atau ARB.
    • Catatan: Kombinasi ACEi + ARB tidak direkomendasikan (risiko hiperkalemia & AKI).

B. Kontrol Gula Darah (Diabetes)

  • Target HbA1c: 6.5% - 8.0% (individualisasi sesuai risiko hipoglikemia).
  • Obat:
    • Metformin: Pilihan utama pada LFG > 30 ml/min (sesuaikan dosis). Hentikan jika LFG < 30.
    • SGLT2 Inhibitor: Sangat direkomendasikan untuk proteksi ginjal & jantung (jika LFG > 20-30).

C. Intervensi Gaya Hidup (Non-Farmakologis)

  1. Diet Protein:
    • PGK Non-Dialisis (G3-G5): 0.6 - 0.8 g/kgBB/hari (Diet Rendah Protein).
    • PGK Dialisis: 1.0 - 1.2 g/kgBB/hari (Protein Tinggi untuk mencegah malnutrisi).
  2. Asupan Garam: < 5 gram NaCl (2 gram Natrium) per hari.
  3. Berhenti Merokok.
  4. Aktivitas Fisik: Minimal 30 menit, 5x seminggu.

BAB IV: TATA LAKSANA KOMPLIKASI

A. Anemia pada PGK

  • Definisi: Hb < 13 g/dL (Laki-laki), Hb < 12 g/dL (Perempuan).
  • Evaluasi: Cek status besi (Feritin, Sat. Transferin), B12, Folat.
  • Terapi:
    1. Zat Besi: Jika TSat < 30% dan Feritin < 500 ng/mL.
    2. ESA (Erythropoiesis-Stimulating Agent): Jika Hb < 10 g/dL setelah besi tercukupi. Target Hb 10-11.5 g/dL.

B. Gangguan Mineral dan Tulang (CKD-MBD)

  • Pemantauan: Kalsium, Fosfat, PTH, dan Vitamin D.
  • Hiperfosfatemia: Batasi diet fosfat, gunakan pengikat fosfat (phosphate binders) seperti Ca-Carbonate (jika Ca normal/rendah).

C. Asidosis Metabolik

  • Terapi Bikarbonat Oral disarankan jika Bikarbonat serum < 22 mmol/L.

BAB V: KRITERIA RUJUKAN KE NEFROLOG

Rujuk pasien ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi (Sp.PD-KGH) jika:

  1. eGFR < 30 mL/min (Stadium G4-G5).
  2. Albuminuria Berat (ACR > 300 mg/g).
  3. Progresivitas Cepat (Penurunan eGFR > 5 ml/min/tahun).
  4. Hematuria persisten (bukan urologi).
  5. Hipertensi refrakter (gagal dengan 4 obat).
  6. Kelainan Kalium persisten.
  7. Nefrolitiasis berulang atau kelainan herediter.

BAB VI: TERAPI PENGGANTI GINJAL (TPG)

Dipersiapkan saat LFG < 20 mL/min. Dimulai segera jika ada Indikasi Cito/Urgen:

  1. Acidosis (Asidosis metabolik berat refrakter).
  2. Intoxication (Keracunan zat terdialisis).
  3. Uremia (Ensefalopati, Perikarditis uremik).
  4. Electrolyte (Hiperkalemia berat > 6.5 mEq/L refrakter).
  5. Overload (Edema paru/kelebihan cairan refrakter diuretik).

Modalitas TPG:

  • Hemodialisis (HD).
  • Peritoneal Dialisis (CAPD).
  • Transplantasi Ginjal (Pilihan terbaik/definitif).

BAB VII: INTERVENSI NUTRISI DAN DIET

Tujuan utama terapi nutrisi adalah memperlambat progresivitas PGK, mencegah malnutrisi (Protein Energy Wasting/PEW), dan mengendalikan komplikasi metabolik.

A. Asupan Protein (Kunci Utama)

Rekomendasi protein sangat berbeda antara pasien yang belum dialisis (konservatif) dan yang sudah menjalani dialisis rutin.

Status PasienTarget ProteinKeterangan Klinis
PGK Non-Dialisis (G3-G5) Tanpa Diabetes0,55 - 0,60 g/kgBB/hariDiet Rendah Protein untuk mengurangi beban ginjal .
PGK Non-Dialisis (G3-G5) Dengan Diabetes0,60 - 0,80 g/kgBB/hariUntuk menjaga kontrol glikemik dan nutrisi stabil .
PGK Non-Dialisis (Very Low Protein)0,28 - 0,43 g/kgBB/hariWajib ditambah Asam Keto/Asam Amino Analog .
Hemodialisis (HD) Rutin1,0 - 1,2 g/kgBB/hariProtein tinggi diperlukan karena proses HD memicu katabolisme dan hilangnya asam amino .
Peritoneal Dialisis (CAPD)1,0 - 1,2 g/kgBB/hariDiperlukan karena hilangnya protein melalui cairan dialisat .

Perhatian: Berat badan yang digunakan untuk perhitungan adalah Berat Badan Ideal (BBI), bukan berat badan aktual (terutama pada pasien obesitas atau edema) .

B. Asupan Energi (Kalori)

Penting untuk mencegah pemecahan otot (muscle wasting).

  • Target Umum: 25 - 35 kkal/kgBB ideal/hari .
  • Disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik.

C. Mikronutrien dan Elektrolit

1. Natrium (Garam)

  • Rekomendasi: Batasi Natrium < 2,3 gram/hari (setara dengan < 5 gram garam dapur NaCl atau < 100 mmol Na) .
  • Tujuan: Mengontrol tekanan darah dan mencegah edema/overhidrasi .

2. Kalium

  • Prinsip: Disesuaikan individual berdasarkan kadar kalium serum.
  • Jika Hiperkalemia: Batasi asupan dari buah-buahan tinggi kalium (pisang, jeruk, alpukat) dan sayuran.
  • Tips Pengolahan: Merendam sayuran/umbi dalam air hangat (37°C) selama 30-60 menit atau merebus air lalu membuang air rebusan dapat mengurangi kadar kalium .

3. Fosfor (Fosfat)

  • Target: Pertahankan kadar fosfat serum dalam batas normal.
  • Restriksi: Batasi asupan 800 - 1000 mg/hari jika kadar fosfat darah tinggi .
  • Sumber yang Dihindari: Makanan dengan pengawet, processed food, jeroan, dan minuman bersoda (fosfat inorganik lebih mudah diserap tubuh dibanding fosfat organik/alami) .

D. Skrining Malnutrisi (Protein Energy Wasting - PEW)

Setiap pasien PGK berisiko mengalami PEW. Skrining nutrisi rutin direkomendasikan minimal 2 kali setahun .

Kriteria Diagnosis PEW (Minimal 3 dari 4 kategori):

  1. Biokimia: Albumin serum < 3,8 g/dL.
  2. Massa Tubuh: IMT < 23 kg/m² atau penurunan BB > 5% dalam 3 bulan.
  3. Massa Otot: Penurunan lingkar lengan atas > 10%.
  4. Asupan: Asupan protein < 0,8 g/kgBB/hari selama > 2 bulan (pada pasien dialisis).

Intervensi: Jika target nutrisi tidak tercapai dari makanan harian, pertimbangkan pemberian ONS (Oral Nutritional Supplement) atau Suplemen Nutrisi Oral selama minimal 3 bulan .


E. Diet Khusus pada Anak dengan PGK

Kebutuhan anak berbeda karena memerlukan energi untuk tumbuh kembang.

  • Protein (PGK Stadium 3): 100-140% dari Dietary Reference Intake (DRI) menurut usia .
  • Protein (PGK Stadium 4-5): 100-120% dari DRI .
  • Anak dengan Dialisis: Wajib ditambah suplemen protein untuk mengganti kehilangan saat dialisis .
    • Bayi PD: Tambahan 0,28 g/kg/hari.
    • Anak HD: Tambahan 0,1 g/kg/hari.