Pneumonia

'Pneumonia' berasal dari kata Yunani 'pneumōn' (paru-paru). Hippocrates mendeskripsikannya sebagai kondisi paru yang terisi 'cairan buruk'. Di Indonesia, istilah 'paru-paru basah' sering digunakan karena secara patofisiologis alveolus memang terisi oleh cairan atau nanah akibat peradangan.

#Pneumonia

Definisi

Pneumonia adalah infeksi akut pada parenkim paru (alveoli dan/atau interstisium) yang disebabkan oleh mikroorganisme, terutama bakteri, dan ditandai dengan inflamasi paru serta gangguan pertukaran gas.

Klasifikasi Berdasarkan Tempat Perolehan

  • Pneumonia Komunitas (Community-Acquired Pneumonia / CAP):
    Pneumonia yang didapat di luar rumah sakit atau muncul ≤48 jam setelah masuk rumah sakit.
  • Hospital-Acquired Pneumonia (HAP):
    Pneumonia yang terjadi ≥48 jam setelah dirawat di rumah sakit.
  • Ventilator-Associated Pneumonia (VAP):
    Pneumonia yang terjadi ≥48 jam setelah penggunaan ventilator mekanik.

Kriteria Diagnosis

Diagnosis pneumonia ditegakkan berdasarkan kombinasi klinis dan radiologis.

A. Kriteria Klinis

Gejala dan tanda yang sering ditemukan:

  • Batuk (dengan atau tanpa sputum)
  • Demam atau hipotermia
  • Sesak napas
  • Nyeri dada pleuritik
  • Penurunan kesadaran (terutama pada lansia)

Tanda objektif:

  • Takipnea
  • Takikardia
  • Ronki basah lokal
  • Hipoksemia

B. Kriteria Radiologis

  • Ditemukan infiltrat baru, konsolidasi, atau opasitas yang sesuai dengan pneumonia pada:
    • Foto toraks (rontgen dada), atau
    • CT-scan toraks (bila diperlukan)

Pemeriksaan Penunjang

A. Pemeriksaan Radiologi

  • Foto toraks PA: pemeriksaan awal standar untuk konfirmasi diagnosis.
  • Ultrasonografi paru: membantu mendeteksi efusi pleura, empiema, atau lesi perifer.
  • CT-scan toraks: indikasi selektif (tidak respons terapi, komplikasi, diagnosis meragukan).

B. Pemeriksaan Laboratorium

  • Darah lengkap (leukositosis atau leukopenia)
  • CRP dan/atau prokalsitonin (sebagai penunjang evaluasi dan monitoring)
  • Fungsi ginjal dan hati
  • Analisis gas darah pada pasien dengan hipoksemia atau pneumonia berat

C. Pemeriksaan Mikrobiologi

  • Rawat jalan: pemeriksaan mikrobiologi tidak rutin.
  • Rawat inap / pneumonia berat:
    • Kultur sputum dan pewarnaan Gram (sebelum antibiotik bila memungkinkan)
    • Kultur darah pada pasien dengan sepsis atau CAP berat
  • Pemeriksaan dilakukan untuk mendukung de-eskalasi antibiotik.

Penilaian Keparahan

Penilaian keparahan penting untuk menentukan lokasi perawatan.

Skor CURB-65

  • Confusion
  • Urea >7 mmol/L
  • Respiratory rate ≥30/menit
  • Blood pressure <90/60 mmHg
  • Age ≥65 tahun

Skor ≥2 → pertimbangkan rawat inap
Skor ≥3 → pneumonia berat, pertimbangkan ICU


Tatalaksana Pneumonia

A. Prinsip Umum

  • Antibiotik empiris diberikan segera setelah diagnosis ditegakkan.
  • Pengambilan spesimen mikrobiologi dilakukan sebelum antibiotik bila tidak menunda terapi.
  • Terapi disesuaikan dengan keparahan, komorbid, dan pola kuman lokal.

B. Antibiotik Empiris (Ringkasan)

  • Rawat jalan tanpa komorbid:
    Amoksisilin atau doksisiklin atau makrolida.
  • Rawat jalan dengan komorbid:
    Beta-laktam + makrolida / doksisiklin, atau fluorokuinolon respirasi.
  • Rawat inap non-berat:
    Beta-laktam + makrolida atau fluorokuinolon respirasi.
  • Pneumonia berat (ICU):
    Beta-laktam + makrolida atau beta-laktam + fluorokuinolon respirasi.
    Tambahkan cakupan MRSA atau Pseudomonas bila ada faktor risiko.

C. Durasi Terapi Antibiotik

  • Pneumonia stabil klinis: 3–5 hari
  • Pneumonia berat atau komplikasi: ≥5 hari
  • HAP/VAP: sekitar 7 hari (disesuaikan kondisi klinis)

D. Kriteria Stabilitas Klinis

  • Suhu ≤37,8°C
  • Nadi <100 kali/menit
  • Laju napas <24 kali/menit
  • SpO₂ ≥90% pada udara ruangan
  • Tekanan darah sistolik ≥90 mmHg
  • Status mental normal

E. Terapi Suportif

  • Oksigen suplemental bila SpO₂ <90%
  • Cairan intravena bila hipovolemia
  • Antipiretik dan analgesik
  • Ventilasi mekanik dan vasopresor bila indikasi

6. Prinsip Penting

  • Evaluasi ulang klinis dalam 48–72 jam
  • De-eskalasi antibiotik berdasarkan respons klinis dan hasil kultur
  • Terapkan prinsip antimicrobial stewardship
  • Terapi dipersonalisasi sesuai kondisi pasien

Highlight Terkini

Belum ada highlight terbaru.

Pedoman & PPK

2023 Tata Laksana Pneumonia pada Dewasa
2023 ERJ Pneumonia Guideline
2025 ATS Pneumonia Guideline

Clinical Tools

PSI (PORT) Score
Pneumonia Severity Index (PORT Score) untuk stratifikasi risiko CAP.
Demografi
Komorbiditas
Pemeriksaan Fisik
Lab & Imaging
CURB-65 Score
CURB-65 - Skor sederhana untuk stratifikasi risiko pneumonia komunitas (CAP).

Agenda & Pendidikan

Simposium, Workshop, dan Webinar terkait topik ini

Belum ada agenda kegiatan terjadwal.

Butuh bantuan? Chat kami!