Digital Clinical Library

2021 Kemenkes PNPK Tatalaksana Hipertensi

14 Desember 2025PNPKGinjal Hipertensi
Lihat PDF

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Tata Laksana Hipertensi Dewasa (2021)

Dasar Hukum: Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/4634/2021


BAB I: DEFINISI DAN KLASIFIKASI

A. Definisi

Hipertensi ditegakkan bila Tekanan Darah Sistolik (TDS) $\ge$ 140 mmHg dan/atau Tekanan Darah Diastolik (TDD) $\ge$ 90 mmHg pada pengukuran di klinik .

B. Klasifikasi Tekanan Darah (ESC/ESH 2018)

Klasifikasi ini berlaku untuk usia >18 tahun.

KategoriTDS (mmHg)TDD (mmHg)
Optimal< 120dan< 80
Normal120 - 129dan/atau80 - 84
Normal Tinggi130 - 139dan/atau85 - 89
Hipertensi Derajat 1140 - 159dan/atau90 - 99
Hipertensi Derajat 2160 - 179dan/atau100 - 109
Hipertensi Derajat 3$\ge$ 180dan/atau$\ge$ 110
Hipertensi Sistolik Terisolasi$\ge$ 140dan< 90

Catatan: Jika nilai sistolik dan diastolik berada dalam kategori berbeda, pasien diklasifikasikan ke dalam kategori yang lebih tinggi .


BAB II: TARGET TEKANAN DARAH

Prinsip utama: "The lower the better" (hingga batas keamanan tertentu).

A. Target Umum

  • Target Awal: Turunkan hingga <140/90 mmHg pada semua pasien.
  • Target Optimal (jika ditoleransi): Turunkan hingga 130/80 mmHg atau lebih rendah .

B. Target Berdasarkan Usia & Komorbid

Kelompok PasienTarget TDS (Sistolik)Target TDD (Diastolik)
Usia 18 - 65 Tahun120 - 130 mmHg70 - 79 mmHg
Usia $\ge$ 65 Tahun130 - 139 mmHg70 - 79 mmHg
Diabetes / PJK / Stroke120 - 130 mmHg70 - 79 mmHg
Penyakit Ginjal Kronik (PGK)130 - 140 mmHg70 - 79 mmHg

Batas Keamanan: TDS sebaiknya tidak < 120 mmHg dan TDD tidak < 70 mmHg karena risiko hipoperfusi organ .


BAB III: ALGORITMA TATA LAKSANA FARMAKOLOGI

Strategi pengobatan saat ini mengutamakan Terapi Kombinasi sejak awal (kecuali pada pasien risiko rendah atau sangat tua).

A. Strategi Inisiasi Obat (Step-by-Step)

  1. Langkah 1 (Terapi Inisial): Kombinasi Dua Obat

    • Pilihan: ACEi atau ARB + CCB atau Diuretik.
    • Saran: Gunakan SPC (Single Pill Combination) untuk kepatuhan lebih baik.
    • Pengecualian (Monoterapi): Hipertensi derajat 1 risiko rendah (TDS <150), atau usia sangat tua (>80 tahun/renta) .
  2. Langkah 2 (Jika Tidak Terkontrol): Kombinasi Tiga Obat

    • Pilihan: ACEi atau ARB + CCB + Diuretik.
    • Disarankan dalam bentuk SPC .
  3. Langkah 3 (Hipertensi Resisten): Triple Therapy + Obat ke-4

    • Tambahkan Spironolakton (25-50 mg 1x/hari).
    • Alternatif: Diuretik lain, Alpha-blocker, atau Beta-blocker .

Peran Beta-Blocker: Pertimbangkan Beta-blocker pada setiap langkah jika ada indikasi spesifik: Gagal jantung, Angina, Pasca Infark Miokard, Fibrilasi Atrial, atau Wanita muda merencanakan kehamilan .


BAB IV: TATA LAKSANA PADA POPULASI KHUSUS

A. Hipertensi dengan Diabetes Melitus

  • Target: TDS < 130 mmHg dan TDD < 80 mmHg (jika ditoleransi).
  • Obat Pilihan: ACEi atau ARB (terutama jika ada mikroalbuminuria/proteinuria) dikombinasikan dengan CCB atau Diuretik tiazid .

B. Hipertensi dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK)

  • Target: 130 - 140 mmHg (Sistolik).
  • Obat Pilihan: ACEi atau ARB (efektif menurunkan albuminuria).
  • Perhatian:
    • Kombinasi ACEi + ARB TIDAK DIREKOMENDASIKAN (risiko hiperkalemia & AKI).
    • Jika eGFR < 30 mL/min, ganti tiazid dengan Loop Diuretic (Furosemid) .

C. Hipertensi dalam Kehamilan

  • Definisi Berat: TDS $\ge$ 160-180 mmHg atau TDD > 110 mmHg.
  • Obat Aman:
    1. Metildopa (Lini 1)
    2. Nifedipin
    3. Labetalol (jika tersedia)
  • KONTRAINDIKASI MUTLAK: ACE Inhibitor, ARB, dan Direct Renin Inhibitor (Teratogenik) .
  • Pre-eklampsia: Berikan Magnesium Sulfat (MgSO4) untuk mencegah kejang .

D. Hipertensi Emergensi (Krisis)

  • Definisi: Hipertensi derajat 3 (TDS >180 / TDD >110) + Kerusakan Organ Akut (HMOD).
  • Target: Turunkan MAP (Mean Arterial Pressure) maksimal 20-25% dalam 1 jam pertama.
  • Obat Parenteral (IV):
    • Nikardipin
    • Labetalol
    • Nitrogliserin (pilihan utama pada iskemik jantung/gagal jantung) .

BAB V: INTERVENSI GAYA HIDUP (NON-FARMAKOLOGIS)

Wajib dilakukan pada semua pasien (Pre-hipertensi s.d Hipertensi berat).

IntervensiRekomendasi Klinis
Batasi Garam< 5 gram garam dapur per hari (setara < 2 gram Natrium) .
Diet DASHPerbanyak sayur, buah, produk susu rendah lemak, gandum utuh, ikan .
Berat BadanPertahankan IMT 18.5 - 22.9 kg/m² dan Lingkar Pinggang <90 cm (Pria) / <80 cm (Wanita) .
OlahragaAerobik intensitas sedang (jalan cepat, berenang), 30 menit/hari, 5-7 hari/minggu .
Berhenti MerokokWajib. Rokok adalah faktor risiko vaskular mayor .

BAB VI: HIPERTENSI KRISIS (EMERGENSI & URGENSI)

Kondisi peningkatan tekanan darah mendadak (biasanya >180/110 mmHg) yang membutuhkan penanganan segera.

A. Klasifikasi Klinis

  1. Hipertensi Emergensi: TD Sangat Tinggi + Kerusakan Organ Target Akut (HMOD).
    • Contoh: Ensefalopati, Stroke (Iskemik/Hemoragik), Gagal Jantung Akut, Sindrom Koroner Akut, Eklampsia.
    • Tindakan: Rawat ICU, Obat Intravena (IV).
  2. Hipertensi Urgensi: TD Sangat Tinggi TANPA Kerusakan Organ Target Akut.
    • Contoh: Pasien tidak patuh obat, sakit kepala hebat, epistaksis.
    • Tindakan: Rawat Jalan/Observasi IGD, Obat Oral.

B. Target Penurunan Tekanan Darah (Emergensi)

Prinsip: Jangan turunkan terlalu cepat (risiko hipoperfusi otak), kecuali pada kondisi khusus.

Kondisi KlinisTarget Penurunan TDLini Obat Pilihan
Umum (Maligna/Ensefalopati)Turunkan MAP 20-25% dalam 1 jam pertama.Nikardipin, Labetalol
Sindrom Koroner AkutSegera turunkan TDS < 140 mmHg.Nitrogliserin, Labetalol
Edema Paru AkutSegera turunkan TDS < 140 mmHg.Nitrogliserin (dengan Loop Diuretik)
Dissecting Aorta (Aorta Robek)CITO! Turunkan TDS < 120 mmHg DAN Heart Rate < 60 x/m.Esmolol + Nitroprusid/Nikardipin
Stroke Iskemik (Kandidat Trombolisis)Turunkan TDS < 185 mmHg, TDD < 110 mmHg.Nikardipin, Labetalol
Eklampsia / Pre-Eklampsia BeratTurunkan TDS < 160 mmHg, TDD < 105 mmHg.Nikardipin, MgSO4

C. Dosis Obat Parenteral (Injeksi)

Nama ObatDosis AwalDosis Lanjutan (Titrasi)Onset / Durasi
Nikardipin5 mg/jam (Infus kontinu)Naikkan 2,5 mg tiap 15 menit. Maks: 15 mg/jam.5-15 menit / 30-40 menit
Nitrogliserin5-10 mcg/menit (Infus)Naikkan 5 mcg tiap 5-10 menit. Maks: 200 mcg/menit.1-5 menit / 3-5 menit
Diltiazem10 mg (Bolus IV pelan)Dilanjutkan infus 5-15 mg/jam.3 menit / 0,5-10 jam
Klonidin150 mcg (Dilarutkan dalam 10cc, IV pelan)Dapat diulang atau dilanjutkan oral.30 menit / 4-6 jam

BAB VII: HIPERTENSI SEKUNDER (PENYEBAB YANG MENDASARI)

Curigai hipertensi sekunder jika:

  • Hipertensi pada usia muda (<40 tahun) tanpa riwayat keluarga.
  • Hipertensi resisten (gagal dengan 3 obat termasuk diuretik).
  • Peningkatan TD mendadak pada pasien yang sebelumnya stabil.

Penyebab Tersering & Skrining:

  1. Penyakit Parenkim Ginjal (CKD/Polikistik): Cek USG Ginjal, Kreatinin, Urinalisis.
  2. Renovaskular (Stenosis Arteri Ginjal): Cek USG Doppler Ginjal (terutama jika ada bruit abdomen).
  3. Aldosteronisme Primer: Hipokalemia persisten tanpa diuretik. Cek Aldosteron/Renin Ratio.
  4. Sleep Apnea (OSA): Mengorok keras, obesitas, ngantuk siang hari.
  5. Obat-obatan: NSAID kronis, Steroid, Dekongestan, Pil KB.

BAB VIII: TATA LAKSANA FAKTOR RISIKO TAMBAHAN

Selain menurunkan tensi, wajib mengelola risiko kardiovaskular lain.

1. Penggunaan Statin (Kolesterol)

  • Risiko Sangat Tinggi (Penyakit Jantung/Stroke): Wajib Statin. Target LDL < 70 mg/dL.
  • Risiko Tinggi: Target LDL < 100 mg/dL.
  • Risiko Sedang/Rendah: Pertimbangkan Statin jika LDL > 115 mg/dL.

2. Antiplatelet (Pengencer Darah)

  • Pencegahan Sekunder (Sudah pernah Stroke/Serangan Jantung): DIREKOMENDASIKAN (Aspirin 80-100 mg).
  • Pencegahan Primer (Belum pernah sakit): TIDAK direkomendasikan rutin (risiko perdarahan > manfaat), kecuali risiko sangat tinggi.

BAB IX: INDIKASI RUJUKAN KE SPESIALIS (FKRTL)

Dokter di FKTP (Puskesmas/Klinik) wajib merujuk jika:

  1. Hipertensi Krisis (Emergensi/Urgensi).
  2. Hipertensi Resisten (Tidak terkontrol dengan 3 obat dosis optimal).
  3. Kecurigaan Hipertensi Sekunder (butuh skrining lanjut).
  4. Hipertensi pada Kehamilan (Pre-eklampsia).
  5. Adanya komplikasi berat: Gagal Jantung, Stroke Akut, Gagal Ginjal Progresif.
  6. Hipertensi Sistolik > 140 mmHg atau Diastolik > 90 mmHg yang persisten selama 3 bulan meski sudah diobati.

Lampiran: Daftar Obat Antihipertensi Oral (PNPK 2021)

Berikut adalah daftar sediaan obat, rentang dosis harian, dan waktu pemberian yang direkomendasikan untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi.

Tips Klinis:

  • Obat dengan frekuensi 1x sehari sebaiknya dipilih untuk meningkatkan kepatuhan.
  • Perhatikan waktu pemberian (Pagi vs Malam) untuk menyesuaikan dengan ritme sirkadian tekanan darah atau meminimalkan efek samping (misal: diuretik pagi hari agar tidak sering kencing malam).

1. Golongan Diuretik

JenisNama ObatDosis Harian (mg)FrekuensiWaktu Pemberian
TiazidHidroklorotiazid (HCT)12.5 - 50 mg1xPagi
Indapamide1.25 - 2.5 mg1xPagi
Loop DiureticFurosemid20 - 80 mg2xPagi & Siang
Torsemid5 - 10 mg1xPagi
Hemat KaliumSpironolakton25 - 100 mg1xPagi
Amilorid5 - 10 mg1-2xPagi

2. Penghambat ACE (ACE Inhibitor)

Sering menyebabkan batuk kering. Hentikan jika terjadi angioedema.

Nama ObatDosis Harian (mg)FrekuensiWaktu Pemberian
Captopril12.5 - 150 mg2 - 3x1 jam sebelum makan
Lisinopril10 - 40 mg1xMalam
Ramipril2.5 - 10 mg1 - 2xMalam
Perindopril4 - 16 mg1xMalam
Enalapril5 - 40 mg1 - 2xMalam
Imidapril5 - 10 mg1xMalam

3. Penghambat Reseptor Angiotensin (ARB)

Pilihan utama jika pasien batuk dengan ACEi.

Nama ObatDosis Harian (mg)FrekuensiWaktu Pemberian
Candesartan8 - 32 mg1xMalam
Irbesartan150 - 300 mg1xMalam
Valsartan80 - 320 mg1xMalam
Telmisartan40 - 80 mg1xMalam
Losartan50 - 100 mg1 - 2xMalam
Olmesartan20 - 40 mg1xMalam

4. Penyekat Kanal Kalsium (CCB)

GolonganNama ObatDosis Harian (mg)FrekuensiWaktu Pemberian
DihidropiridinAmlodipine5 - 10 mg1xPagi / Malam
(Vasoselektif)Nifedipine (GITS/LA)30 - 60 mg1xMalam
Lercanidipine10 - 20 mg1xPagi
Felodipin5 - 10 mg1xPagi
Non-DihidropiridinDiltiazem (SR/CD)100 - 200 mg1xMalam
(Kardioselektif)Verapamil (SR)120 - 480 mg1xMalam

Catatan: Golongan Non-Dihidropiridin (Diltiazem/Verapamil) dapat menurunkan denyut jantung. Hati-hati kombinasi dengan Beta-Blocker.


5. Penyekat Beta (Beta-Blocker)

Indikasi kuat: Gagal Jantung, Pasca Infark Miokard, Aritmia.

JenisNama ObatDosis Harian (mg)FrekuensiWaktu
KardioselektifBisoprolol2.5 - 10 mg1xPagi
Atenolol25 - 100 mg1 - 2xPagi
Metoprolol Tartrat100 - 400 mg2xPagi (dgn makan)
Nebivolol5 - 40 mg1xPagi/Malam
Kombinasi Alpha-BetaCarvedilol12.5 - 50 mg2xPagi & Sore
Non-SelektifPropranolol40 - 320 mg2 - 3xMalam

6. Golongan Lain (Lini Tambahan)

GolonganNama ObatDosis HarianFrekuensiIndikasi Khusus
Alpha-1 BlockerDoxazosin1 - 8 mg1xHipertrofi Prostat (BPH)
Terazosin2 - 20 mg2xHipertrofi Prostat (BPH)
Alpha-2 AgonistKlonidin0.15 - 0.6 mg2 - 3xHipertensi Urgensi / Nyeri
Metildopa250 - 1000 mg2 - 3xIbu Hamil
VasodilatorHidralazin50 - 200 mg2 - 3xGagal Jantung / Hamil